October 2008


Thanks God, You give her being my wife. She is a person who always supports me all the time until now. I never forget the attention and love she gives to me…

She just could not stop doing positive activity, lovely to see her producing book and international papers about Supply Chain Management during her time accompany me doing my Ph.D in Austria :

 

 

 

 

 

 1.BOOK

97835031122722

Management in Logistics Networks and Nodes : Concept, Technology and Applications”, contribute as author in Chapter “Distribution, Erich Schmidt Verlag GmbH, Berlin, Germany, 2008.

 

LINK: http://esv.info/contributor/EVIOKTAVIANA/katalog.html


This book also has been listed at German National Library of Economics (ZBW) April 2009.

 

 

2. CONFERENCE PAPERS

A. Evi Oktaviana and Jimmy Baringbing, “The Effect of Inventory System on Purchasing Strategy Decision: A Case Study of Spare Part Management”, International Conference on Flexible Supply Chains in a Global Economy, Molde University College, Molde, Norway , 2008. (Accepted)

 

B. Evi Oktaviana and Jimmy Baringbing, “Cost Reduction by Redesigning Warehouse and Delivery Portfolio : A Case Study of Third Party Logistics Provider towards Client”, First international symposium on supply chain management, American University of Sharjah, Sharjah, United Arab Emirate, 2008. (Accepted)

 

C. Evi Oktaviana and Gunawan Tjahjono, “A Case Study of Spare Part Inventory System for Machine Hansa A Filler Based on Q Probalistic Model”, May 2007, Fachtagung Supply Management 2007, FH Joanneum, Austria, 2007. (Accepted). LINK : www.fh-joanneum.at/go/id/bfmd/

 

This  paper also has been listed at German National Library of Economics (ZBW) April 2009 at section ECONIC Select Business Administration – Supply Chain Management.

 

3. Kompas.Com Online, the Indonesian Newspaper

 She wrote about Summer in Graz, Austria

 LINK:  http://community.kompas.com/read/artikel/1268 

 

 

Keep always productive honey...

With Love

 

-Ur Hubby-

From my wife written, posted on KoKi Kompas Kita – Komunitas Kita online LINK:

http://community.kompas.com/read/artikel/1268 and

http://liburan.info/content/view/907/44/lang,indonesian/

kokikompas08

 

1-kebun-anggur-yang-terletak-di-sebelah-barat-selatan-graz1Tahun 2003, kota Graz dinobatkan sebagai Culture Capital of Europe atau yang disebut juga sebagai kota budaya Eropa. Kota dengan nuansa indah dan klasik ini adalah kota terbesar kedua di Austria dan sekaligus merupakan ibukota propinsi Steyrmark. Secara geografis, Austria berbatasan langsung dengan Jerman, Swiss, Italia, Slovenia, Republik Ceko dan Hungaria yang menjadikan negara ini sebagai perpaduan budaya eropa barat dan timur dan menjadikannya menarik untuk dikunjungi oleh para wisatawan mancanegara. Graz dapat ditempuh dari kota lain dengan mudah dan cepat melalui akses transportasi udara dan darat misalnya dengan waktu tempuh yang hanya tiga jam dari kota Wina dan empat jam dari kota Venezia (Italia) menggunakan kereta api atau kendaraan roda empat.

Memasuki kota Graz dari arah barat selatan menuju pusat kota, di sebelah kanan dan kiri jalan dapat dijumpai panorama yang indah dengan gunung-gunung dan bukit-bukit yang ditanami pohon anggur yang terkenal dengan kualitasnya hingga ke mancanegara. Menapaki kebun anggur dengan daun kuning keemasan dan buah yang mulai matang sambil menghirup udara pegunungan yang segar, menambah rasa sentuhan dan penyatuan alam yang sejuk dan damai, jauh dari hiruk pikuk keramaian kota dan polusi udara. Kebun anggur tersebut juga menjadi tempat wisata yang banyak diminati oleh para turis di musim panas. 2-tampak-aktivitas-keramaian-di-depan-town-halle

Menuju pusat kota, dapat dijumpai gedung megah dan merupakan simbol pemerintahan kota Graz bernama Town Hall yang memiliki area lapang yang luas terletak persis di depannya. Gedung ini dibangun pada abad ke-16 dan kemudian direnovasi oleh arsitek kenamaan Graz, Wielemans and Reuter pada abad ke-19 sejalan dengan pertumbuhan penduduk kota Graz yang cukup besar pada era itu sejalan dengan peran dan fungsi pemerintahan yang semakin besar pula. Ornamen utama Town Hall ini kemudian disimplifikasi pada abad ke-20 dengan tetap mempertahankan eksistensi seni dan budaya Austria. Hingga saat ini, bangunan ini tetap difungsikan sebagai kantor pemerintahan kota Graz dan juga sekaligus dijadikan sebagai kantor catatan sipil tempat dimana pasangan pengantin di kota ini mengukuhkan ikatan pernikahannya.

3-tugu-pangeran-styrian-archduke-johann-pada-abad-ke-17Di tengah-tengah area luas di depan Town Hall yang dinamakan Hauptplatz ini, terlihat sebuah tugu manusia besar berdiri kokoh yang merupakan patung Pangeran Styrian yaitu Archduke Johann yang hidup pada masa abad ke-17. Tugu ini dihadiahkan secara khusus kepadanya dan sekaligus dijadikan sebagai simbol dimulainya pembangunan ekonomi di kota Graz. Empat patung wanita yang terletak di empat titik sudut tugu besar ini menandakan empat aliran sungai yang melewati kota Graz, yaitu Mur, Enns, Drava dan Sann yang merupakan batas daerah kekuasaan di jaman kejayaannya. Sejalan dengan waktu, tugu ini didesain ulang oleh seorang arsitek terkenal Austria, Markus Pernthaler di tahun 2002.

Hauptplatz sendiri pada jaman dahulu dijadikan sebagai pasar traditional yang menjual produk-produk petani seperti susu, daging, buah-buahan, keju, dan minyak dari biji labu. Hingga saat ini, Hauptlatz tetap dijadikan sebagai tempat kegiatan pasar malam, karnaval, pentas seni dan hiburan yang masih diminati oleh penduduk kota ini terutama di musim panas. 4-menikmati-indahnya-kota-di-daerah-sporgasse

Terlihat sederetan bangunan indah mengelilingi Hauptlatz yang hingga kini tetap dijadikan sebagai tempat pertokoan dan pusat bisnis, sejenak pandangan mata terhenti pada suatu jalan kecil bernama Sporgasse yang panjang terletak diantara bangunan-bangunan lama dengan arsitek yang berkualitas tinggi dan corak dinding yang elegan menambah keindahan di sepanjang jalan kecil ini, yang juga merupakan jalan penghubung antara Hauptlatz dengan lembah sungai mur. Penggunaan kata Sporgasse sendiri berasal dari kata ´sparen´ yang artinya uang simpanan. Alasan pemakaian nama Sporgasse sebagai nama jalan ini dikarenakan pada jaman dulu terjadi aktivitas perdagangan yang menguntungkan di sepanjang jalan ini dan hingga kini masih terlihat adanya aktivitas bisnis yang cukup ramai seperti pertokoan, restauran dan cafe.

Sepintas terlihat bangunan tersebut belum berusia lama, namun sebenarnya usia bangunan ini sudah lebih dari seratus tahun. Goldene Pastete adalah salah satu bangunan tertua di kota Graz dengan arsitek sudut bangunan yang menarik dari masa kejayaan jaman Reinassance dan terletak di sisi kanan jalan Sporgasse. Hingga kini bangunan yang dulunya adalah restauran khas masakan Austria ini tetap dilestarikan oleh pemerintah Graz dengan tetap mempertahankan keaslian warna dinding merah bata dan ornamen jendela kombinasi warna putih dan hijau yang bernuansa tradisional.

5-seniman-jalanan-sedang-memainkan-harpaAlunan musik dan lagu dari seniman-seniman jalanan di beberapa sudut jalan ini menambah suasana yang meriah dan nyaman bagi para pengunjung untuk menghabiskan waktu sambil menyantap makanan dan minuman di salah satu restauran pilihan hati. Terlihat seorang anak perempuan yang memainkan harpa dengan jari-jemari yang lincah dan sangat memukau hati para pengunjung.

Setelah menikmati waktu di sepanjang jalan Sporgasse, kemudian perjalanan dilanjutkan berbalik arah kembali melewati jalan di depan Hauptplaz menuju jembatan sungai mur, tampak sebuah bangunan modern megah yang menyerupai alien, mahluk ruang angkasa. Sekejap mata tertuju dengan desain unik dengan titik-titik lampu yang tersebar di sekelilingnya. Bangunan yang dinamakan Kunthause ini merupakan hasil sebuah karya seni dari mimpi seorang arsitek Graz bernama Josef Benedict Withalm yang kemudian menjadi kenyataan dan direalisasikan oleh seorang arsitektur asal Inggris. Bangunan yang terletak di pinggir sungai Mur ini dilapisi oleh 1,066 material acrylic yang berlatar belakang biru tua. Di dalam bangunan ini terdapat museum, tempat pameran, dan juga restauran yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan mancanegara. Pancaran sinar kedap-kedip dari titik-titik lampu di bangunan ini menambah keindahan suasana kota Graz di malam hari.6-kunsthause-yang-menyerupai-allien

Melanjutkan perjalanan menyusuri sungai mur, terlihat sebuah bangunan modern berseni tinggi yang berdiri megah di atas sungai ini. Bangunan tersebut merupakan hasil karya seni seorang arsitek ternama asal Graz, Robert Punkenhofer yang terinspirasi untuk membangun sebuah “pulau artistik” di tengah sungai Mur yang melewati kota Graz. Pulau yang dimaksud bukanlah pulau yang sesungguhnya akan tetapi sebuah bangunan artistik yang bernama Murinsel dan terletak di atas sungai yang dibangun dengan konstruksi kedalaman 47 meter dengan latar atap kaca bernuansa biru. Akses jalan menuju Murinsel dihubungkan oleh jembatan dari dua sisi yang berbeda. Para pengunjung dapat menonton pertunjukan di Ampitheater atau menyantap makanan di restauran yang tersedia di dalam Murinsel ini sambil menikmati keindahan sungai mur dan sekitarnya terutama di malam hari.

7-murinsel-yang-dibangun-di-atas-sungai-murPemandangan indah lainnya di sekitar Murinsel adalah bangunan bersejarah dengan pajangan jam terbesar di kota Graz yang berdiri tegak menjulang tinggi di atas bukit. Perjalanan menuju bangunan bersejarah ini dapat ditempuh dengan dua cara, yaitu dengan menapaki anak-anak tangga dari bawah hingga ke atas bukit atau dengan menggunakan lift yang telah disediakan pihak pengelola. Dengan menggunakan cara pertama pengunjung tidak dipungut biaya apapun meski harus memakan waktu yang lebih lama untuk mencapai tempat tujuan sambil berolah raga berjalan kaki, sementara dengan cara kedua pengunjung dipungut biaya dengan harga terjangkau dan dapat tiba sampai di tujuan dalam waktu yang lebih singkat. Bangunan yang dinamakan Uhrturm Tower ini pertama kali dibangun pada abad ke-13 merupakan ciri khas sekaligus kebanggaan penduduk kota Graz. Uhrturm Tower terletak megah di atas bukit kota yang sangat indah dan dapat dilihat dengan jelas dari kejauhan ketika malam hari dengan lampu-lampu di sekelilingnya yang memancarkan sinar terang. Jam penunjuk waktu yang dibangunan ini dahulu kala diarahkan secara manual oleh manusia, barulah di abad ke-17 jam tersebut dijalankan secara elektronik. Menatap sejauh mata memandang dari tempat ini, terlihat pemandangan kota Graz dari berbagai sisi yang sangat menawan hati sehingga menimbulkan decak kagum terhadap kebesaran Sang Pencipta Alam Semesta atas kreasinya terhadap alam dan manusia. Tampak deretan bangunan dan jalan memanjang yang tertata sangat rapi nan bersih serta pepohonan rimbun yang terlihat di kaki bukit lainnya menambah keindahan kota ini dari kejauhan. Setelah puas memandangi panorama kota Graz yang menawan dari Uhrturm Tower, suguhan mata lainnya yang bisa dinikmati dan tidak kalah menarik ialah sebuah taman yang indah dipenuhi oleh bunga-bunga musim panas yang terhampar luas di sekitar bangunan bersejarah ini. Bunga dengan corak warna-warni memberikan sentuhan kesegaran tersendiri dan kedamaian di hati para pengunjung. Sehabis berjalan-jalan di sekitar Uhrturm Tower, singgah di salah satu restauran di sini merupakan salah satu pilihan yang tepat untuk duduk santai beristirahat sembari menikmati santapan makanan dan minuman dengan berbagai pilihan menu yang beragam. 9-pemandangan-indah-kota-graz-dari-uhrturm-tower

Meninggalkan Uhrturm Towerdengan kenangan yang indah, perjalanan dilanjutkan menuju sebuah teater nan megah terletak beberapa menit dari tempat ini. Sebagai negara yang dikenal dengan seni opera dan konser musik klasiknya, kota Graz memiliki teater berkualitas tinggi yang dijadikan sebagai tempat pementasan seni dan hingga saat ini masih sangat diminati oleh penduduk kota Graz. Teater megah ini bernama Opera House yang dibangun pada abad ke-19 dan telah direnovasi pasca perang dunia kedua, juga dilengkapi dengan auditorium yang menawan dengan atap ber-ornamen klasik dan tempat duduk yang nyaman berkapasitas 1800 orang. Kelengkapan dan ornamen yang indah ini menjadikan Opera House meraih penghargaan “Opera House of the Year” pada tahun 2000/2001. Berbagai pementasan konser dan drama musikalpun sudah padat dijadwalkan di teater ini untuk sepanjang tahun dengan harga tiket yang beraneka ragam disesuaikan dengan klasifikasi tempat duduk. 10-opera-house-nan-megah

Melanjutkan perjalanan menuju ke tempat yang bernama Jakominiplatz, memberikan kesan menarik lainnya. Jakominiplatz adalah titik pertemuan transportasi umum seperti tram dan bus yang beroperasi di dalam kota Graz.  Memiliki tempat tinggal di sekitar kota Graz merupakan pilihan hidup yang nyaman karena hampir seluruh tujuan perjalanan dalam kota dilewati oleh tram atau bus yang berhenti di Jakominiplatz. Daerah ini dikelilingi oleh pusat pertokoan dan perbelanjaan serta cafe dan restauran yang banyak dikunjungi oleh para pelanggan. Berbagai aktivitas orang lalu lalang di seputar Jakominiplatz menjadikan daerah ini sebagai salah satu daerah yang cukup padat aktivitas. Memandangi deretan bangunan-bangunan di daerah ini, pandangan mata terhenti pada salah satu pojok bangunan Jakominiplatz dimana terdapat sebuah toko cokelat yang menyediakan berbagai jenis dan bentuk produk cokelat yang menggiurkan setiap para pejalan kaki yang melewati toko tersebut. Cokelat ini pada umumnya dijual dengan harga yang terjangkau dan juga seringkali dibeli sebagai oleh-oleh khas kota Graz.

12-taman-bunga-yang-indah-di-tengah-kotaTidak jauh dari Jakominiplatz, sejenak terlihat sebuah taman indah yang terletak di antara Jakominiplatz dan Hauptplatz. Taman yang cukup luas ini dipenuhi oleh bunga-bunga dengan corak warna-wani. Banyak para pengunjung taman yang datang di sore hari untuk duduk-duduk santai di kursi yang mengitari taman ini sambil melakukan aktivitas ringan seperti membaca koran, menggendong bayi, bercanda ria dan berjemur di bawah sinar matahari. Gemericik air mancur yang ada di tengah-tengah taman menambah kenyamanan suasana hati dan ketenangan jiwa orang-orang yang mendengarnya. Banyak juga para pengunjung yang menghabiskan waktu sambil menikmati es krim yang bisa dibeli di sebuah toko es krim di seberang taman ini. Toko es krim yang bernama Charly Temmel ini adalah salah satu toko es krim paling laris di kota Graz karena keunggulannya dalam menyediakan es krim yang beraneka rasa dan bentuk. Es krim rasa tiramisu dan cokelat adalah beberapa rasa favorit yang sangat digemari oleh pembeli di toko ini.13-kantor-rektor-universitas-teknologi-graz

Setelah menghabiskan es krim yang lezat, perjalanan dilanjutkan dengan mengunjungi salah satu tempat yang cukup penting di kota Graz. Adalah sebuah universitas terkemuka yang telah memberikan kontribusi besar di bidang pendidikan kepada mahasiswa di kota ini dan juga mahasiswa dari negara-negara lainnnya untuk menuntut ilmu mulai dari tingkat sarjana dan pasca sarjana. Lembaga pendidikan ini bernama Universitas Teknologi Graz (Graz University of Technology) yang dapat ditempuh kurang lebih 10 menit menggunakan tram nomor 6 dari Jakominiplatz. Universitas ini pada awalnya berdiri dibawah naungan Institut Joanneum yang didirikan oleh Pangeran Archduke Johann pada abad ke-19.. Pada tahun 1975, universitas ini kemudian resmi berdiri sendiri dan dalam masa pertumbuhannya berkembang menjadi 7 fakultas dengan total 104 jurusan dibawah naungan rektor, senat, dan perwakilan universitas. Cukup banyak juga para pelajar Indonesia yang menuntut ilmu untuk mengambil gelar sarjana magister dan doktor di universitas ini.

14-piala-uefa-euro-2008-yang-diperebutkanSetelah puas menyusuri kota Graz dengan mengunjungi tempat-tempat wisata dan bangunan-bangunan bersejarah yang megah dan indah, belumlah cukup rasanya tanpa ikut serta menghadiri acara-acara berskala internasional yang diselenggarakan di kota Graz pada musim panas tahun ini. Pertandingan sepak bola dalam rangka memperebutkan Piala UEFA Euro 2008 yang diselenggarakan di negara Austria dan Swiss ini merupakan ajang yang dinanti-nantikan oleh penggemar sepak bola tidak hanya di Europa saja akan tetapi di berbagai belahan dunia lainnya. Acara pembukaan Piala Eropa ini dilakukan di Swiss pada tanggal 7 Juni dan di akhiri dengan pertandingan final pada tanggal 29 Juni 2008 di Austria. Lokasi pertandingan sepak bolapun bertempat di beberapa kota di kedua negara ini seperti Vienna, Innsbruck, Salzburg, Geneva, Basel, Klagenfurt, dan beberapa kota lainnya.

Semarak perbincangan kegiatan ini sudah mulai hangat didengar di berbagai sudut kota Graz, sebut saja tempat-tempat seperti coffee shop, pusat kota, di jalan-jalan dan di taman-taman kota nan indah penuh dengan semarak bunga-bunga musim panas membuat orang-orang semakin nyaman membicarakannya dengan suasana santai dan penuh antusias, meski ada juga beberapa orang yang menanggapi kegiatan ini sebagai sesuatu ajang yang tidak terlalu spektakuler.

Ajang dimana masyarakat Austria dan Swiss mendapat kesempatan untuk melihat piala asli UEFA Euro 2008 yang diperebutkan dan berbagai informasi menarik, pemutaran film kilas balik sejarah awal pertandingan sepak bola EUFA Euro ini dikemas baik oleh panitia dalam European Expo Tour 2008, dimana road show ini melewati berbagai kota di Austria dan Swiss, termasuk singgah di kota Graz. Mendapat kesempatan berfoto dengan piala asli, membuat expo tour ini semakin ramai dikunjungi oleh masyarakat di kota Graz.

Pertandingan awal ini dibagi di dalam 4 grup melalui undian dimana masing-masing negara di dalam grup tersebut bertanding untuk mendapatkan jumlah gol atau nilai perolehan yang tertinggi untuk kemudian maju ke babak selanjutnya melawan negara-negara di grup lainnya hingga mencapai babak final. Final yang sangat menegangkan terjadi antara pemain Spanyol dan Jerman yang berakhir dengan kedudukan 1-0 dengan kemenangan dramatis atas Spanyol. Kemenangan ini merupakan prestasi terbesar negara matador dalam merebut kembali Piala UEFA sejak kemenangan terakhirnya 44 tahun silam. Sambutan meriah atas kemenangan Spanyol ini sekaligus menutup pertandingan Piala UEFA Euro 2008 di stadion sepak bola Vienna dengan suasana yang gegap gempita di malam itu.

Tidak lama berselang setelah Piala UEFA Euro 2008 berakhir, acara besar berskala international lainnya yang juga diselanggarakan di kota Graz ialah World Choir Games 2008 (WCG) dan dimulai dari tanggal 9 hingga 19 Juli 2008. Pembukaan acara ini diadakan secara meriah dalam bentuk pawai dari tiapnegara yang berjalan beriringan mengitari pusat kota Graz. Acara besar ini dihadiri oleh 93 negara yang mengirimkan kontingen paduan suara dengan total 441 grup untuk memperebutkan medali yang telah disediakan oleh tim panitia. Jumlah kategori yang diperebutkan di dalam pertandingan ini adalah sebanyak 28 kategori. Diantara seluruh peserta paduan suara, dua per tiganya terdiri dari anak-anak, remaja dan anak muda. 15-world-choir-games-2008-di-kota-graz-austria

WCG 2008 ini merupakan perlombaan paduan suara untuk ke-5 kalinya yang diselenggarakan di kota Graz dengan visi yang tetap sama yakni turut serta mewujudkan adanya persatuan dan kesatuan seluruh negara-negara di dunia melalui pagelaran nyanyian dan tarian khas yang dipersembahkan oleh negara-negara peserta. Dalam rangka menjaga kelancaran acara akbar ini, maka panitia penyelenggara menyediakan sebanyak 12 tempat konser yang memadai tersebar di dalam kota Graz. Salah satu tempat konser yang berkualitas adalah Stadt Hall yang terletak di daerah Conrad-von-Hötzendorfstrasse. Stadt Hall adalah salah satu gedung konser terbesar di kota Graz dengan luas ruangan 6,500 m2 dengan atap gedung yang disanggah oleh 4 buah pilar besar.  

Untuk kategori Jazz dan Pop yang diperlombakan, Indonesia berhasil meraih predikat juara dunia dengan 2 medali emas melalui kelompok Elfa Singers. Prestasi membanggakan ini sekaligus merupakan kemenangan cemerlang yang ke-5 kali setelah sebelumnya memenangkan Grand Championuntuk kategori yang sama pada tahun 2000 di Linz, Austria. WCG ke-2 tahun 2002 digelar di Busan, Korea Selatan, sedangkan WCG ke-3 tahun 2004 diadakan di Bremen, Jerman. WGC ke-4 tahun 2006 digelar di Xianmen, China, dan WCG ke-5 tahun 2008 di Graz, Austria. Lagu Indonesia Rayapun dikumandangkan dengan indahnya pada saat penerimaan penghargaan juara dunia ini dilangsungkan, dan membangkitkan jiwa kebangsaan Indonesia ketika senandung lagu ini diperdengarkan diantara negara-negara peserta lainnya.

Dari hasil keseluruhan perlombaan WCG ini, Indonesia yang mengirimkan lebih dari 10 grup paduan suara berhasil meraih urutan ke-4 di bawah China, Austria dan Rusia dengan mengantongi 9 medali emas dan 15 medali perak. Seluruh rakyat Indonesia yang ada di Austria maupun di seluruh duniapun berbangga hati atas prestasi paduan suara Indonesia yang mampu mengharumkan nama bangsa di pentas internasional.

Mengakhiri musim panas tahun ini, banyak pengalaman wisata indah dengan kesan mendalam yang saya rasakan selama menikmati masa liburan di kota Graz. Bukan hanya kunjungan ke objek-objek wisata saja yang mampu memberikan kenangan indah, akan tetapi acara-acara penting berskala international lainnya seperti road show pertandingan sepak bola UEFA Euro 2008 dan World Choir Games 2008 menjadikan wisata kali ini sebagai kenangan yang sulit untuk dilupakan.